FUNTECHNET - Apakah kamu pernah mengklik sebuah link di internet, namun yang muncul malah halaman dengan tulisan “404 Not Found” atau “Page Not Found”? Rasanya seperti jalan buntu di dunia maya kan? kamu sudah yakin akan menemukan sesuatu, ternyata tidak ada. Tapi tahukah kamu, error 404 bukan sekadar “halaman hilang”, melainkan punya cerita menarik di balik angka dan kata-kata tersebut. Mari kita selami bersama.
Apa Itu “404 Not Found”?
“404 Not Found” adalah salah satu status code dari HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Saat kamu mengetik URL (alamat website) atau klik tautan, browser mengirim permintaan ke server. Jika server berhasil dihubungi tapi tidak menemukan halaman atau konten yang diminta, server akan merespons dengan kode “404”. Singkatnya seperti, “Saya tahu kamu bertanya, tapi halaman itu tidak ada (atau tidak bisa ditemukan)," kata server.
Angka“404” berasal dari kelas “4xx” dalam sistem status kode HTTP, yang menunjukkan kesalahan klien (kesalahan dari sisi klien, yaitu pengguna atau browser). Sedangkan angka “04” di belakangnya menentukan jenis spesifik kesalahan tertentu (dalam hal ini, Not Found (tidak ditemukan)).
Beberapa situasi yang sering memicu error 404 antara lain:
- URL yang diketik salah (typo)
- Halaman atau file telah dihapus atau dipindahkan tanpa pengalihan (redirect)
- Tautan lama yang sudah tidak diperbarui lagi (“broken link”)
- Konfigurasi server yang keliru atau kurang lengkap
Asal-usul “404” dan Mitos yang Mengitarinya
Nomor “404” tampak seperti angka acak, tetapi banyak cerita menarik terkait asal-usulnya. Disni kita akan menyelami mitos beserta faktanya.
Mitos 1 : “Room 404 di CERN”
Ada mitos yang sering beredar bahwa “404” terinspirasi dari legenda "Room 404 di CERN". Ini adalah ruangan fiktif tempat server pertama World Wide Web atau kantor Tim Berners-Lee. Cerita ini mengatakan ketika seseorang tidak dapat menemukan halaman yang dituju, mereka akan ke "Ruang 404” karena servernya berada di ruangan itu.
Meskipun cerita ini terdengar menarik, salah satu pionir web, sekaligus rekan Robert Cailliau, menyatakan bahwa mitos itu tidak benar. Dia mengatakan bahwa cerita ruangan 404 itu hanya mitos yang muncul belakangan dan menyebar di kalangan pengguna internet awal.
Mitos 2 : “Kecelakaan Pesawat”
Ada hari dimana Robert memutuskan untuk tutup mulut terkait dari mana nama 404 didapat. Sikap diam Robert menimbulkan spekulasi bahwa nama tersebut terinspirasi dari pesawat-pesawat dengan kode penerbangan 404 yang hilang atau kecelakaan.
Pada Agustus 1989, penerbangan PK404 menghilang tak lama setelah lepas landas, dan pada Oktober 1990 Tim Berners-Lee mulai menulis kode untuk program klien, browser editor yang dia sebut World Wide Web, di komputer NeXT barunya.
Kemudian pada November 1990 penerbangan Alitalia 404 jatuh di Swiss. Dan pada Desember 1990 situs web pertama, nxoc01.cern.ch, ditayangkan. Keterkaitan inilah yang menyebabkan banyak orang beberapa dekade belakangan merasa takut saat mendapati laman yang mereka kunjungi diarahkan ke laman Room 404, Page Not Found, yang dianggap sebagai dead end page.
Fakta : Penetapan Kode
Saat HTTP dibuat di dunia web, status kode dibuat untuk memberi tahu pengguna tentang hasil permintaan mereka. Kode 404 ini adalah salah satu kategori client error (kesalahan dari klien) yang dipilih untuk memberi tahu server bahwa permintaan berhasil diterima tapi halaman tidak ditemukan.
Penemu World Wide Web, Tim Berners-Lee, ingin pesan error terdengar sedikit “minta maaf”. Dia pernah mempertimbangkan untuk menggunakan kode “400 Bad Request”, tetapi dia berpikir kalau itu terlalu abstrak.
Jadi, kode “404” sebenarnya lebih ke teknis daripada mistis. Jumlah itu bukan angka acak atau merujuk ke tempat fisik, melainkan hanyalah satu elemen dari sistem penomoran logis yang digunakan untuk mengkategorikan status permintaan HTTP. Meskipun demikian, mitos-mitos tersebut cukup menarik dan sering dimasukkan dalam cerita seputar sejarah internet.
Kenapa Error 404 Terasa “Legendaris”?
Meskipun demikian, legenda "Room 404" masih relevan dan sering diceritakan kembali karena menambah kesan nostalgia dan misteri ke sejarah internet. Dari meme hingga desain halaman error kreatif, istilah "404" sekarang menjadi simbol budaya digital, mengingatkan kita bahwa teknologi masih memiliki sisi manusiawi seperti “jejak kecil ketidaksempurnaan” dalam sistem yang kita ciptakan sendiri dan banyak kisah menarik di baliknya.
Error 404 bukan hanya sekadar kode teknis, namun ia punya tempat tersendiri di budaya internet. Beberapa alasan kenapa 404 begitu menarik :
Mudah dikenali
Salah satu alasan kenapa 404 terasa begitu legendaris adalah karena semua orang pernah mengalaminya. Hampir setiap pengguna internet pernah mengalami pesan "404 Not Found" saat mengakses internet. Pengalaman itu menjadi pengalaman umum yang kadang menyebalkan, tetapi juga lucu dan tak terlupakan.
Keterhubungan emosional
Error ini menimbulkan perasaan atau emosi yang frustrasi, terkejut, dan kadang humor. Itu terjadi karena ada rasa tidak puas saat harapan tidak terpenuhi; kita ingin menemukan sesuatu, tapi tidak ada, malah menemukan halaman kosong.
Menurut artikel Wired, 404 adalah simbol ketidaksempurnaan teknologi buatan manusia yang menunjukkan bahwa teknologi yang sanggat canggih pun masih bisa gagal.
Ruang kreativitas
Mungkin yang kamu bayangkan pesan 404 terkesan dingin, namun dalam banyak situs web, mereka memilih untuk membuat desain yang unik, lucu, atau bahkan interaktif agar tampilan error menyenangkan. Contohnya termasuk karakter kartun yang tersesat, animasi kecil dari game, dan tombol pencarian untuk membuat pengunjung tetap betah. Semua mereka buat agar pengguna tetap betah di situs.
Simbol internet rusak
Kondisi ini menunjukkan bahwa "404" sekarang memiliki arti yang lebih luas daripada hanya pesan kesalahan; itu juga merupakan tanda bahwa internet adalah tempat yang penuh dengan perubahan dan perkembangan. Perkembangan itu tidak pernah sempurna, dunia digital yang paling canggih memiliki bagian yang rusak, seperti tautan mati, halaman hilang, dan konten yang sudah kadaluarsa. Dengan kata lain, "404" bukan sekadar pesan kesalahan; itu adalah bagian dari identitas internet itu sendiri.
404 bukan hanya sekadar pesan error, tapi bagian dari cerita besar internet. Ia adalah pengingat bahwa dunia maya selalu bergerak dan tidak ada yang abadi di dalamnya. Jadi, kalau lain kali kamu menemukan “404 Not Found”, jangan buru-buru kesal. Anggap saja itu seperti menemukan “Easter egg” kecil di perjalanan online-mu. Tanpa 404, internet mungkin terasa terlalu lurus dan membosankan. 😉
- Jalan Tol Internet Dunia Ternyata Ada di Dasar Laut!
- Mouse Pertama di Dunia? Bukan Plastik, Tapi Kayu!
- Wikipedia. (2025). HTTP 404.
- Wired. (2018). Page Not Found: A Brief History of the 404 Error.
- SiteGround. (2023). What is a 404 Error and How to Fix It.
- Network Solutions – What is a 404 Error?
- Tempo.co. Sejarah Room 404, 404 Not Found dan Kode Penerbangan 404 yang Hilang.

kl bertemu dgn 404 error berarti nyasar ditengah jalan address website ya
BalasHapus404 emang legendaris, kadang bikin kesel tapi juga jadi ikon dunia internet
BalasHapusclassic banget deh 404
BalasHapusWah keren infonya, jadi tau kisah di balik 404 ini👍
BalasHapus404 hal yang menyebalkan
BalasHapusmenarik, jadi tahu kita
BalasHapuskalau codingan websitenya yg rusak tetap 404?
BalasHapusmenarik
BalasHapusWahh, sekarang jadi tahu deh kenapa pas di klik linknya muncul 404.
BalasHapusKeren bgtt
BalasHapusKirain 404 tu cmn angka asal2an aja
BalasHapuswihh baru tau
BalasHapusbaru bgt ngalamin tadi soree
BalasHapusbaru tau skrng bisa bgtu, ga pernah ngalamin soalnya
BalasHapusgila, error paling populer
BalasHapusberarti kode kyk gitu ada lebih dari ratusan angka ya
BalasHapusmasalah classic
BalasHapus