QWERTY : Desain yang Diam-Diam Bikin Kita Ngetik Lebih Lambat

 FUNTECHNET - Kegiatan mengetik bukanlah hal yang baru bagi kita. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kerap mengetik setiap harinya. Tanpa kita sadari ternyata ada loh hal yang menghambat proses mengetik kita. Bukan karena jaringan internet yang lemot atau karena kurang cepatnya kemampuan kita dalam mengetik, melainkan dikarenakan adanya design keyboard QWERTY yang sudah ada sejak dahulu kala.

Pernahkah kamu bertanya, mengapa keyboard diciptakan tidak berurutan, dari huruf A-Z? inilah yang disebut dengan tata letak QWERTY. QWERTY sengaja di-design untuk memperlambat proses mengetik. Mengapa begitu? Yuk simak FunTechNet berikut ini!

Sejarah terbentuknya design QWERTY dan kegunaannya

Sumber : smithsonianmagazine.com

Di awal tahun 1870-an, mekanisme internal masih menggunakan batang besi, yang apabila pengguna mengetik terlalu cepat batang besi akan saling bergesekan. Untuk mencegah hal tersebut, seseorang bernama Christoper Latham Sholes membangun sebuah tata letak huruf yang secara sengaja ia ciptakan untuk memperlambat ritme ketikan manusia (Kompastekno, 2022). Huruf-huruf yang sangat sering diketik seperti T, H, E, dan A ditempatkan pada posisi yang saling berjauhan agar jari tidak bergerak terlalu cepat, sehingga dapat mengurangi risiko adanya typebar clash (Kompas, 2022). Dapat dikatakan, QWERTY sendiri lahir bukan dari adaptasi manusia digital, melainkan ia hadir sebagai solusi teknis terhadap keterbatasan mesin ketik jaman dulu kala. Mesin tik itu dibuat dengan 38 kunci, yang terdiri dari huruf besar, angka 2 sampai 9, tanda hubung, koma, titik, dan tanda tanya (DetikEdu, 2022).

Konteks historis ini menempatkan QWERTY sebagai fenomena yang disebut dengan path dependency, dimana apabila sebuah keputusan awal tidak lagi optimal, ia akan tetap digunakan karena telah terlanjur mengakar dalam sistem yang sudah ada sejak awal. Adapun sejumlah kajian historis yang menunjukkan adanya biaya yang cukup tinggi setelah QWERTY digunakan secara luas pada pabrik pembuat mesin ketik. Lalu kemudian keputusan tersebut diperkuat oleh proses standarisasi, distribusi massal mesin ketik, serta dominasi perusahaan seperti Remington yang membuat QWERTY menjadi sebuah standar global. Akibatnya, meskipun dengan adanya teknologi modern yang sekarang tidak lagi diperlukan untuk menghambat proses pengetikan, pola susunan QWERTY tetap digunakan hingga sekarang (RRI, 2025). QWERTY bersifat historically optimal tetapi ergonomically suboptimal, maksudnya adalah adanya pola huruf yang tersebar pada baris atas dan bawah menciptakan pola gerak jari yang tidak ideal, namun hal ini tetap dipertahankan karena adanya kebiasaan sejak dulu.

Mengapa QWERTY diciptakan untuk menghambat?

Beberapa penelitian mengungkap dalam 50 tahun terakhir menunjukkan bahwa QWERTY tidak diciptakan sebagai efisiensi dalam mengetik, melainkan untuk menjaga kesehatan otot jari. Studi komparatif mrnunjukkan bahwa sekitar 60-70% ketikan pada QWERTY berada di luar homerow, sehingga jari harus terus bergerak naik-turun. Gerakan berulang ini akan meningkatkan beban pada otot fleksor dan ekstensor yang rentan menimbulkan micro-stain. Selain itu, susuna huruf pada QWERTY membuat tangan kanan akan bekerja 55-65% lebih keras dibandingkan kiri, padahal dalam pandangan neurologis beban tersebut harusnya dibuat seimbang. Ketidakseimbangan beban ini membuat otot mudah lelah serta adanya penurunan akurasi mengetik dalam jangka panjang.

Adapun dilakukan eksperimen psikologi kognitif yang menemukan adanya movement inefficiency yang terjadi ketika pengguna keyboard QWERTY mulai mengetik cepat. Karena design nya yang tidak intuitif, pengguna sering membuat kesalahan seperti transposition errors dan anticipation errors. Kesalahan ini akan meransang memori otak untuk bekerja lebih keras, sehingga dapat menurunkan efisiensi kognitif. Bukti-bukti ini menunjukkan bahwa QWERTY bukan hanya tidak optimal, melainkan juga kurang ideal bagi motorik penggunanya.

Tantangan QWERTY di era digitalisasi

Sumber : Jete.id

Walaupun kinerjanya dipertanyakan, design ini tetap digunakan di kehidupan digital dikarenakan adanya network effect yang sangat besar. Semakin ramai yang menggunakan, semakin besar juga insentif industri untuk mempertahankannya. Para produsen elektronik juga memproduksi produknya dengan desgin ini karena dianggap paling mudah dijual. Dalam sistem pendidikan hingga dunia kerja menggunakan design QWERTY, sehingga akan menciptakan switching cost yang besar. Jika perubahan dilakukan, pengguna harus kembali beradaptasi, sementara itu institusi juga harus menyesuaikan kurikulum dan perangkat yang digunakan. 

Adanya teori diffusion of inovation juga menjadi salah satu mengapa QWERTY digunakan. Ia dianggap sebagai incumbent design yang stabil. Orang biasanya akan cenderung bertahan dengan kenyamanan jangka pendek, dibandingkan dengan manfaat jangka panjang. Pada akhirnya, meskipun tidak ideal, seluruh industri bekerja agar QWERTY tetap bertahan di era modern ini. Kejadian ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu berjalan menuju bentuk yang paling efisien. Kadang, design yang akan bertahan bukan lah design yang ideal, namun design yang pertama kali menjadi patokan standar. QWERTY kini menjadi contoh bagaimana keputusan teknoogi di masa lalu dapat membatasi potensi baru serta gambaran bagaimana sebuah inovasi dapat dipertahankan bukan karena keunggulannya, melainkan karena ia telah menjadi bagian dari ekosistem dan insdutri yang tidak tergantikan.

Nah, menurut kalian apakah design QWERTY sudah seharusnya diubah? Jika bisa men-design ulang keyboard dari nol, kira-kira apa yang akan kalian design?

Sekian dulu cerita seru kita hari ini, sampai jumpa di artikel Funtechnet berikutnya! Tempatnya fun fact teknologi dan internet yang bikin kamu makin up-to-date! See youuu 🚀👋

Baca Juga 

References :

Kompas. (2022, 7 Juli). Benarkah keyboard QWERTY diciptakan untuk memperlambat kecepatan? Kompas CekFakta. Diakses dari: https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/07/07/084600582/benarkah-keyboard-qwerty-diciptakan-untuk-memperlambat-kecepatan?page=all

- Kompas. (2022, 9 Januari). Soffya Ranti & Wahyunanda Kusuma Pertiwi. Mengapa susunan keyboard “QWERTY”? Ini sejarahnya. Kompas Tekno. Diakses dari: https://tekno.kompas.com/read/2022/01/09/16010087/mengapa-susunan-keyboard-qwerty-ini-sejarahnya?page=all

- DetikEdu. (2022, 3 Desember). Fahri Zulfikar. Asal usul penemuan pola QWERTY pada keyboard. Detik. Diakses dari: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6439971/asal-usul-penemuan-pola-qwerty-pada-keyboard 

- RRI. (2025, 29 September). Asal mula keyboard QWERTY. RRI IPTEK. Diakses dari: https://rri.co.id/iptek/1863321/asal-mula-keyboard-qwerty

 Foto : 

- Stamp, J. (2013, 3 Mei). The QWERTY keyboard will never die: Where did the 150-year-old design come from? Smithsonian Magazine. Smithsonian Institution. Diakses dari: https://www.smithsonianmag.com/history/the-qwerty-keyboard-will-never-die-where-did-the-150-year-old-design-come-from-49863249/

- Listiyawan, I. (n.d.). 6 tipe keyboard komputer yang perlu Anda tahu. JETE Indonesia. Diakses dari https://jete.id/6-tipe-keyboard-komputer-yang-perlu-anda-tahu/


17 Komentar

  1. Anonim20/11/25

    Selalu ngeraasa aneh kenapa keyboard ga urut, ternyata memang namanya design qwerty

    BalasHapus
  2. Michael20/11/25

    Kalo disuru design ulang, tetep gamau sih

    BalasHapus
  3. Michael20/11/25

    udah biasa sama susunan keyboard yang sekarang

    BalasHapus
  4. baru tau ternyata namanya qwerty ya

    BalasHapus
  5. Anonim20/11/25

    kenapa ngga nama tata letaknya cuman 6 huruf? kenapa ngga QWERTYUIOP (seluruh huruf di sidebar atas)?

    BalasHapus
  6. Anonim21/11/25

    kl gasalah selain QWERTY ada satu lagi deh

    BalasHapus
  7. Anonim22/11/25

    menarik

    BalasHapus
  8. Anonim22/11/25

    kerennn

    BalasHapus
  9. Anonim22/11/25

    masih ada gasi yang pake mesin ketik jadul

    BalasHapus
  10. Anonim22/11/25

    jadi sebenrnya dia memperlambat untuk menjaga kesehatan otot jari ya

    BalasHapus
  11. interestingg

    BalasHapus
  12. Anonim22/11/25

    oww mantapp

    BalasHapus
  13. Anonim23/11/25

    dulu kalo pake mesin ketik, mereka pernah ga ya ngalamin caps huruf yg diteken trs ga balik naik lagi wkwk

    BalasHapus
  14. 👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  15. Anonim23/11/25

    walah begitu toh

    BalasHapus
  16. Anonim23/11/25

    pasti banyak orang yang belum tau info ini

    BalasHapus
  17. Iyaa yahhh

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama