 |
| Sumber : Suaragong.com |
FUNTECHNET - Di era modern ini, aplikasi Google tentu sudah sering terdengar baik di internet ataupun dalam pembahasan seputar teknologi. Sejak didirikan, Google berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, produk dan layanannya telah digunakan oleh miliaran orang setiap hari (KerjaWoow, 2024). Selain mesin pencari, Google memperkenalkan berbagai inovasi dan layanan seperti Google Maps, Gmail, Android, dan lainnya.
Dengan adanya mesin pencari ini, tentunya cara kita mengakses sebuah informasi tak lagi sulit, semua dapat dapat diakses degan mudah. Seluruh kebutuhan, persoalan, hingga keingintahuan akan hal-hal kecil yang sering kali membuat penasaran, dapat kita serahkan pada Google. Entah itu musik favorit, rute perjalanan, berita terkini, hingga resep-resep kesayangan, kini kita percayakan pada Google sepenuhnya yang siap membantu kapanpun dan dimanapun kita berada.
Akan tetapi, pernahkah terpikir dari mana ya asal usul terbentuknya nama mesin pencari Google? Lalu apakah ada makna dibaliknya? Funfact, ternyata dibalik nama Google itu sendiri, terdapat kisah unik yang tak pernah kita duga. Maka dari itu, maka mari bersama-sama kita jelajahi bagaimana sebuah kesalahan dapat menciptakan salah satu nama mesin pencari paling ikonik di dunia teknologi.
Sejarah di balik penamaan Google
 |
| Sumber : dafunda.com |
Ternyata, asal muasal penamaan Google memiliki kisah yang menarik. Banyak orang mengira nama Googe merupakan salah satu singkatan dari suatu nama tertentu, namun faktanya, justru penamaan Google berasal dari salah satu istilah dalam dunia matematika yang kemudian berevolusi karena adanya kesalahan dalam pengejaan.
Penamaan bermula di tahun 1996 (Kompas, 2013), ketika Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa yang menciptakan mesin pencari ini berusaha menelusuri nama yang tepat untuk proyek mereka. Setelah melakukan penelitian, mereka terinspirasi dengan salah satu kata dalam dunia matematika, yaitu kata "googol". Kata ini merupakan istilah yang biasa digunakan oleh para ahli matematika dalam menyebutkan angka yang sangat besar, yakni 1 diikuti oleh 100 angka 0 (10¹⁰⁰). Mereka tertarik melakukan penamaan menggunakan kata googol karena adanya ambisi Larry Page dan Sergey Brin pada proyek mesin pencari mereka dalam mengatur dan menampung informasi dengan bobot unlimited yang tersebar di internet.
Lalu mengenai kata "googol" sendiri, apakah kalian tau bahwa dibalik kata ini juga terdapat cerita yang tak kalah unik? Kata googol ini pertama pertama kali ditemukan oleh seorang anak bernama Milton Sirotta. Pada tahun 1920, ia hanyalah seorang anak yang berusia sembilan tahun yang merupakan keponakan dari seorang ahli matematika yang bernama Edward Kasner. Pada saat itu, Milton sedang membantu pamannya dalam mencari istilah yang tepat untuk menggambarkan angka yang sangat besar. Kemudian, dalam pencariannya Milton secara spontan menyebutkan kata "googol", sebuah ungkapan lucu yang aneh namun ternyata akhirnya mereka gunakan di dunia matematika.
Setelahnya, kata tersebut semakin populer di dunia matematika. Hingga akhirnya pada suatu hari dalam misi mencari inspirasi, Larry Page dan Sergey Brin menemukan kata "googol" dan kemudian memutuskan untuk menggunakannya karena sesuai dengan gambaran visi mereka pada saat itu yaitu menciptakan mesin pencari yang dapat menyimpan dan mengelola data dalam skala besar. Kemudian setelah pemrograman selesai dibuat, secara tidak sengaja mereka membuat kesalahan dalam penulisan. Kata "googol" berubah menjadi "google" yang terlanjur didaftarkan dan tidak dapat dirubah, namun seperti yang kita lihat kini nama Google menjadi populer di internet dan sudah digunakan oleh seluruh orang sebagai mesin pencari informasi yang akurat.
Pembahasan mengenai Googol
 |
| sumber : bloombergtechoz.com |
Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai kata googol. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, googol merupakan istilah yang berasal dari dunia matematika. Biasanya googol digunakan untuk menggambarkan angka yang luar biasa besar, yaitu 10 pangkat 100, ataupun dalam penggunaan angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol (digivestasi, 2025). Jika dibayangkan, besarnya angka ini memang sulit dihitung, bahkan jumlah atom yang ada di alam semesta yang telah diamati dan diperkirakan hanya sekitar 10 pangkat 80, tentu angka ini sangat jauh lebih kecil jika dibandingkan bersebelahan dengan googol.
Ini adalah beberapa fakta menarik mengenai googol yang mungkin belum pernah kamu baca (liputan6, 2025) :
- Jika seorang manusia mencoba menghitung angka googol dengan kecepatan 1 detik per angkanya, maka ia akan membutuhkan waktu yang sangat lama, lebih lama dari usia alam semesta yang berumur 0,037 miliyar tahun
- Angka googol jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah partikel yang ada dalam alam semesta
- Selain googol, kita bisa menemukan istilah untuk menggambarkan angka yang lebih besar lagi, yaitu "googolplex", kata ini mengandung arti 10 pangkat googol, sebuah angka yang bahkan terlalu sulit untuk dihitung dan dibayangkan.
Penggunaan istilah ini jelas memiliki alasan dibaliknya. Selain karena sesuai dan searah dengan visi mereka dalam membangun sebuah mesin pencari, Larry Page dan temannya Sergey Brin ingin memperlihatkan kesungguhan mereka dalam menciptakan mesin pencari yang mampu memuat, mengelola, serta mengelompokkan data informasi dengan jumlah tak terhingga di internet, yang sebanding dengan besarnya angka googol itu sendiri.
Kesalahan yang membuat Google mendunia
Salah satu fakta yang menarik sekaligus lucu adalah kenyataan bahwa penyebab nama google muncul adalah karena adanya kesalahan dalam pengetikan. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, pada saat itu Larry Page bersama dengan tim nya sedang mencari istilah yang tepat untuk menjadi nama dari proyek mesin pencari mereka, lalu setelah melakukan reaserch, seseorang mengusulkan untuk menggunakan kata "googol", salah satu istilah dalam dunia matematika yang menggambarkan angka yang sangat besar. Namun, ketika mereka sedang memeriksa ketersediaan domain untuk nama tersebut, disinilah sebuah kesalahan kecil terjadi.
Salah satu tim Larry Page yang bernama Sean Anderson, pada saat itu berencana untuk mengetik "googol.com" pada internet dengan maksud untuk memeriksa apakah domain dengan nama tersebut tersedia. Sayangnya, secara tidak sengaja, ia malah mengetik "google.com". Pada saat mengetik domain tersebut, Sean belum menyadari adanya kesalahan pengetikan yang ia lakukan. Lalu selanjutnya saat menyadari domain tersebut belum digunakan, ia langsung menunjukkannya kepada Larry Page sebagai konfirmasi. Larry yang menyadari kesalahan tersebut, bukannya marah justru ia menyukai hasil dari kesalahan tersebut. Menurutnya, kata "Google" terdengar lebih mudah diingat, lebih pas, dan lebih simple untuk dijadikan nama perusahaan teknologi mereka saat itu. Selain itu, nama ini lebih mudah dieja dan diucapkan oleh orang dari berbagai latar bahasa (digivestasi, 2025).
Tanpa mereka sadari, dari kesalahan kecil tersebut, lahirlah sebuah nama besar yang kini terkenal di seluruh penjuru dunia digital (liputan6, 2025). Kini semua orang mengenal Google, dan menggunakannya untuk mengakses informasi dalam kehidupan sehari - hari.
Pembentukkan karakter Google
Google sendiri bukan hanya sebagai identitas dari perusahaan, tetapi juga sebagai simbol dan pandangan serta visi yang menjadi fondasi utama dari seluruh operasional perusahaannya. Dibalik kata Google yang sederhana, tersimpan makna dan filosofi yang akhirnya bisa membentuk Google hingga terkenal seperti sekarang.
1. Skala dan Ambisi
Pemilihan istilah matematika “googol” menjadi inspirasi yang menunjukkan ambisi besar Google untuk mengelola dan menyusun informasi dalam skala yang luar biasa luas. Hal ini menggambarkan visi jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemimpin global di era informasi digital.
2. Inovasi dan Kreativitas
Lahir dari kesalahan ejaan, nama Google menjadi bukti bahwa ide brilian kadang muncul dari ketidaksengajaan. Sikap terbuka terhadap kebetulan dan kemampuan mengubah kesalahan menjadi peluang mencerminkan budaya inovatif, kreatif, dan adaptif yang melekat kuat dalam DNA perusahaan.
3. Kesederhanaan dan Kejelasan
Meski berasal dari konsep matematika yang kompleks, nama Google sendiri terdengar sederhana, ringan, dan mudah diingat. Hal ini sejalan dengan prinsip desain produk Google yang selalu mengutamakan kemudahan, kejelasan, dan kenyamanan bagi penggunanya di seluruh dunia.
4. Universalitas
Nama Google mudah diucapkan dalam berbagai bahasa, menjadikannya simbol dari cita-cita global perusahaan untuk menjangkau, melayani, dan memudahkan kehidupan masyarakat di seluruh penjuru dunia tanpa batasan bahasa maupun budaya.
5. Keceriaan dan Keunikan
Bunyi Google terasa ceria dan akrab di telinga, menggambarkan karakter perusahaan yang inovatif, santai, dan berorientasi pada kreativitas. Semangat inilah yang juga tercermin dalam budaya kerja Google yang terkenal menyenangkan dan terbuka terhadap ide-ide baru.
Pandangan tersebut tidak hanya sebagai gambaran nyata perusahaan, tetapi juga sebagai tindakan nyata dan prinsip yang ingin perusahaan tunjukkan. Motto awal perusahaan yang berbunyi "Don't be evil" menunjukkan adana komitmen dalam berbisnis secara profesional dan bertanggung jawab. Meskipun kemudian telah diganti oleh "Do the right thing", mereka tetap mengusung makna yang sama, yaitu untuk tetap menjalankan integritas dan kebaikan sebagai landasan utama perusahaan. Dengan begitu, Google dapat menjadi simbol dari semangat perusahaan untuk dapat terus menghadirkan akses terhadap informasi bagi seluruh masyarakat.
Sekian dulu cerita seru kita hari ini, sampai jumpa di artikel Funtechnet berikutnya! Tempatnya fun fact teknologi dan internet yang bikin kamu makin up-to-date! See youuu 🚀👋
References :
lucu juga yaa, kalo nama aplikasinya jadi googol :)
BalasHapusWahh ternyata orang dulu bisa typo juga ya
BalasHapusTernyata typo ga selamanya buruk yaa
BalasHapuslucu banget ternyata dulu yang ngide ngasih namanya anak kecil 😹 jadi penasaran milton masih hidup ga ya sampai hari ini, dia tau ga ya google udah sebesar apa sekarang
BalasHapusEntah kenapa tiap baca googol, selalu typo jdi jonggol..
BalasHapusmakasi informasinya bermanfaat
BalasHapuskalo googol aja angka nol nya uda banyak, gimana googolplex yak
BalasHapuspengen tau angka nol di googolplex kalo dijejerin jadinya berapa meter
BalasHapusngitung 10 pangkat 100 manual bisa ga ya..
BalasHapuspengen deh bisa kerja di perusahaan google
BalasHapusskrng kl mau searching ngomongnya googling
BalasHapusuntung typo yaa, soalnya enakan baca google
BalasHapusklo ggogle = googling
BalasHapusgoogol jadi apa yaa? googoling??
ternyata kadang lebih baik typo ya
BalasHapusmantap infonya
BalasHapusgakebayang si kalo namanya beneran googol, aga aneh
BalasHapuswihh ternyata orang dulu bisa typo juga ya
BalasHapusThanks informasinya bermanfaat sekali
BalasHapusternyata ada istilah googol ya di dunia matematika
BalasHapusTypo mengubah segalanya
BalasHapus