FUNTECHNET- Kamu pasti pernah ngerasa dan bertanya-tanya "kenapa ya iklan yang muncul di media sosial, sesuai sama apa yang lagi dicari?", misalnya kamu lagi ngomongin soal satu brand skincare, pas kamu lagi scrolling tiba-tiba muncul iklan yang nampilin produk itu.
Ternyata fenomena ini dihasilkan oleh algoritma yang lagi belajar buat mengenal kamu lewat aktivitas dan jejak digital kamu, jadi ini bukan kebetulan yaa.
Peran Jejak Digital
Menurut hasil penelitian kolaboratif antara Pusat Psikometri Universitas Cambridge dan Universitas Stanford, algoritma di komputer bisa ngenalin kepribadian kamu lebih akurat dibanding keluarga dan teman dekat kamu lho. Penelitian tersebut berdasarkan jejak digital yaitu data "suka" dari Facebook sebagai dasar analisis.
Nah, dari hasil penelitian tersebut, ternyata cuma dengan "10 suka", algoritma udah bisa ngenalin kamu secara lebih akurat dibanding teman kerja, dan dengan "300 suka", algoritma udah bisa gantiin posisi pasangan sebagai orang yang katanya paling dekat sama kamu.
Akan tetapi hal ini justru bisa membawa konsekuensi yang cukup besar, salah satunya terkait privasi, aktivitas seperti "menyukai" postingan, film, halaman musik udah bisa mencerminkan hal-hal pribadi seperti kecenderungan psikologis. Selain itu, data tersebut sering kali digunakan untuk menargetkan iklan, bahkan memengaruhi opini misalnya opini politik.
Begitulah cara algoritma bekerja, bukan hanya sekedar merekomendasikan, tetapi juga merupakan "cermin digital" dari kepribadian manusia.
Memahami Algoritma Media Sosial
Di zaman yang modern saat ini, hampir setiap individu memiliki akses untuk menjangkau berbagai platform media sosial, nah, dalam media sosial, algoritma menjadi pengaturan utama atas apa yang kita lihat dan dengan siapa kita berinteraksi.
Meskipun tak terlihat, algoritma bekerja sebagai penyaring, perangkai dan menjadi pengarah dari konten, koneksi maupun narasi yang kita temui di media sosial. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara kerja algoritma secara luas, baik itu bagi individu, organisasi maupun masyarakat.
Nah, apa itu algoritma? Secara ringkas, algoritma merupakan serangkaian aturan atau perintah yang dihasilkan lewat pemrograman, yaitu machine learning (ML) dan big data untuk membuat keputusan terkait konten apa yang akan ditampilkan di feed pengguna, mulai dari urutan tampilnya serta rekomendasi akun yang harus diikuti.
Apabila semua jenis konten masuk ke beranda pengguna tanpa adanya penyaringan, maka pengguna akan kewalahan untuk menyaring informasi dikarenakan volume konten yang sangat besar, inilah alasan utama mengapa algoritma dibutuhkan agar konten yang muncul di beranda pengguna lebih relevan.
Pentingnya Algoritma dari Sisi Brand dan Organisasi
Algoritma memiliki peran yang cukup penting bagi suatu brand maupun organisasi, dengan adanya algoritma, konten promosi dari brand maupun organisasi tersebut mendapat peluang yang cukup besar untuk memperoleh visibilitas secara lebih luas.
Menurut studi dari Alam et al. menyatakan bahwa algoritma bisa mempengaruhi positioning merek serta perilaku konsumen secara krusial.
Lantas bagaimana cara kerja algoritma tersebut? sebagai contoh ketika sebuah brand memposting konten menarik yang mengundang orang unruk berinteraksi, seperti memberi komentar atau membagikan konten tersebut, maka algoritma menganggap konten tersebut relevan, sehingga akan ditampilkan kepada audiens yang lebih luas lagi.
Namun, algoritma juga bisa menjadi tantangan karena perubahan yang terus terjadi, apa yang berfungsi saat ini belum tentu bisa digunakan lagi untuk konten selanjutnya. Sehingga strategi yang digunakan dalam membuat konten harus lebih adaptif dan terus memahami perkembangan yang ada.
Dampak Sosial Algoritma
Algoritma bukan hanya tentang bisnis dan visibilitas saja, namun juga mempunyai implikasi terhadap psikologi individu serta masyarakat secara luas. Menurut penelitian, algoritma yang terdapat di media sosial membuat kita berpaku pada satu pola pikir saja.
Maksudnya? Algoritma biasanya hanya akan menampilkan konten yang sejenis dengan konten yang pernah kita suka, sehingga konten yang kita konsumsi hanya seputar hal itu-itu saja. Akibatnya, kita berada dalam lingkaran yang disebut echo chumber, dimana kita hanya memiliki satu sudut pandang tanpa ada pandangan lain yang bisa dibandingkan.
Konten yang kontroversial biasanya cenderung lebih cepat menyebar karena menghasilkan engangement yang tinggi, sehingga algoritma mendaur ulang jenis konten tersebut untuk memaksimalkan waktu pengguna di media sosial tersebut.
Desain algoritma yang tertutup dapat memicu masalah bagi para pengguna media sosial, sehingga tidak cukup dengan hanya memahami algoritma secara teknik, tetapi memperhatikan mekanisme dan dampaknya.
Dengan memperhatikan "aturan main" algoritma kita bisa menjalankan strategi yang efektif. Meskipun aturan tersebut tidakdituliskan secara langsung, artikel dari SproutSocial membagikan sejumlah tips untuk menaklukan algoritma, yaitu dengan membuat konten yang memancing interaksi, serta memperhatikan waktu serta jenis konten yang disukai audiens, dan terus konsisten.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan mengingat masa depan yang semakin canggih, salah satunya yaitu penggunaan AI dan machine learning yang lebih kompleks oleh algoritma, membuat prediksi algoritma semakin akurat. Hal ini tentunya menawarkan peluang besar bagi konten yang relevan, namun berisiko terhadap keamanan privasi. Dengan begitu, pemahaman terkait mekanisme algoritma menjadi semakin penting.
Secara keseluruhan, algoritma bukan semata-mata alat teknis, namun juga menjadi dasar pengalaman kita dalam menggunakan media sosial. Algoritma mengatur dan mengarahkan aliran informasi serta aktivitas kita di media sosial.
Perlu adanya pendekatan secara kritis terhadap algoritma, sehingga kita bisa mengerti dan sadar tentang bagaimana dunia digital bekerja.
Baca juga :
≫Lebih Besar dari Lautan: Dunia Menyimpan 5 Zettabyte Data Digital
Sumber dan Referensi

topik yang sangat relevan dengan dunia digital saat ini
BalasHapusternyata penting banget ya jaga privasi online
BalasHapussangat informatif dan menambah wawasan
BalasHapusartikel ini membuat kita sadar tentang jejak digital
BalasHapusini artikel bisa jadi bahan diskusi yang bagus
BalasHapussangat menarik untuk melihat algoritma bekerja
BalasHapusterimakasih infonya sangat berguna
BalasHapusserem ih, bisa jadi data kita bisa ke hack
BalasHapusRelate banget, algoritma sekarang ngeri
BalasHapusoh gitu cara kerjanya
BalasHapusBener sih, makin kesini algoritma makin pinter
BalasHapusBaru sadar, algoritma sekeren itu
BalasHapusNice info
BalasHapusSeremmmm, tapi bener sih, algoritma tuh tau terus apa yg lagi kita cari
BalasHapusPantesan isi fyp selalu pas
BalasHapusRelate sih... suka kepikiran kok ig tau apa yg aku mau
BalasHapusTernyata algortima sedetail ini
BalasHapusBaru ngerti sekarang kenapa iklan yang muncul sesuai kebutuhan
BalasHapusDulu ku pikir kebetulan, ternyata udah sekompleks itu🥲
BalasHapusAlgoritma tuh kadang ngebantu kadang creepy
BalasHapusJadi lebih hati" soal data pribadi
BalasHapusPantes, timeline selalu sesuai minat
BalasHapusBikin sadar kalau ternyata kita lagi diperhatiin
BalasHapusKirain random aja
BalasHapusSetelah baca ini jadi paham kenapa konten aku ga naik2😂
BalasHapusIbarat toxic relantionship, tapi bukan sama manusia haha
BalasHapusSumpah relate!!!! baru aja ngomongin baju imlek, eh isi shopee muncul baju merah
BalasHapusPantes isi fyp aku ramalan tarot semua🥲 mana isinya ramalanannya sama lagi dia akan kembali😊
BalasHapusKakkk😠relate banget, bedanya isi fyp ku konten galau
HapusPlisss iya banget, buka tiktok niatnya nyari hiburan, malah dibikin susah move on
HapusSama aku aja ka, ga mungkin dibikin galau
HapusKadang algoritma lebih ngerti aku daripada cowo aku :'
HapusSerem sih, tapi yaudalah lanjut scroll🤣
BalasHapus