FUNTECHNET - Jika ada yang bertanya, aplikasi berbagi video apa yang tetap populer dan tidak tergantikan saat ini, mungkin orang lain akan sepakat kalau jawabannya adalah Youtube. Aplikasi ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita, di mana jutaan orang mencari hiburan setiap harinya, mulai dari musik, vlog, ataupun beberapa informasi lainnya. Apalagi ditambah dengan adanya berbagai fitur seperti YT Music, YT Kids, dll yang akhirnya membuat aplikasi ini menjadi serba guna, kita tidak perlu lagi membuka aplikasi yang terlalu banyak, cukup hanya dengan aplikasi Youtube yang multifungsi. Maka, tak heran jika Youtube kini bukan hanya sebagai aplikasi berbagi video, tetapi kini juga menjadi salah satu ekosistem terbesar bagi para kreator dan penonton di seluruh dunia.
Awalnya direncanakan menjadi sebuah situs kencan online
Sebelum menjadi populer seperti sekarang ini, Youtube sebelumnya dirancang sebagai situs kencan online berbasis video. Di tahun 2004, tiga mantan pegawai PayPal yang terdiri dari Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim memiliki ide gagasan untuk menciptakan sebuah situs baru, dimana para penggunanya dapat menggugah video agar dapat saling mengenal satu sama lain dan dapat mencari pasangan secara online (ajaib, 2025). Ide ini mereka kembangkan di garasi rumah Chad Hurley yang berada tepat di kota Menlo Park, California. Setelahnya, Youtube versi beta mulai dirilis pada tanggal 14 Februari 2005, tepat pada Hari Kasih Sayang sedunia. Adanya perilisan di tanggal tersebut seolah-olah direncanakan dengan harapan situs yang mereka luncurkan ini dapat menjadi jembatan untuk membantu mereka yang ingin menemukan pasangannya secara daring.
Slogan pertama mereka berupa "Nyalakan, lalu jalin hubungan" menggambarkan tujuan utama terbentuknya Youtube adalah untuk menjembatani orang-orang agar dapat bertemu dengan pasangan mereka melalui video online (Kompas, 2021). Saat itu, ketika Yotube masih dalam versi beta dan dioperasikan dari sebuah ruko kecil di San Mateo, California, mereka menemukan bahwa ide untuk menjadikan Youtube sebagai situs kencan online ternyata tidak berjalan lancar. Setelah perilisan beta, hanya ada beberapa orang yang mengunjungi situs mereka, dan diantaranya tidak ada yang tertarik untuk menggugah video daring. Meskipun dengan berbagai upaya yang mereka lakukan, seperti memasang iklan di situs Craigslist, menggambarkan kriteria pasangan ideal, hingga menawarkan $20 bagi setiap orang yang mau menggugah video daring mereka, tidak ada orang yang tertarik dengan segala penawaran yang diberikan (GovTech, 2021).
Ketiganya kelimpungan, mereka mulai berpikir bagaimana ya cara yang tepat untuk meneruskan pengembangan situs ini. Diungkap dalam sebuah wawancara di SXSW 2016, Steve Chen berkata "Kami pikir kencan akan menjadi pilihan yang jelas, tetapi ternyata tidak ada yang ingin mengunggah video kencan mereka". Dari sinilah, nasib Youtube berubah drastis. Ketiganya berencana untuk mengubah strategi 360°, mereka mengubah fungsi Youtube menjadi situs untuk semua jenis video dengan berbagai jenis genre mulai dari tutorial, hiburan, musik, hingga vlog. Namun meskipun strategi berubah, mereka tetap berpegang teguh pada prinsip dasar awal, yaitu menyediakan tempat untuk berbagi video yang mudah diakses dan digunakan oleh siapapun itu, tak terkecuali. Perubahan inilah yang akhirnya membawa Youtube menuju awal dari kesuksesan. Dari sebuah ide berupa situs kencan online yang gagal, kini Youtube menjadi situs atau platform video global populer yang digunakan oleh hampir seluruh penduduk dunia.
Video pertama yang diunggah di Youtube
Pengakuisisian dari pihak Google
Setelah berkembang pesat, Youtube menghadapi beberapa masalah baru, seperti butuh perangkat dan koneksi broadband yang lebih kuat. Disisi lain, masalah hak cipta juga muncul, karena banyak video diunggah tanpa adanya izin dari pemiliknya. Dengan seluruh dana yang mereka dapatkan dari investor, mereka tetap tidak bisa menutup biaya operasional yang melambung tinggi, belum lagi mereka tidak memiliki sistem monetisasi yang efektif yang akhirnya membuat mereka berencana untuk menjual Youtube. Hinggal pada bulan Oktober 2006, pihak Youtube dan Google melakukan negosiasi terhadap keputusan berakuisisi. Namun, alih-alih di tempat tertutup, proses negosiasi justru dilakukan di sebuah restoran bernama Denny's. Steven Chen menjelaskan ketika negosiasi disepakati, tak lama setelahnya makanan yang mereka pesan berupa steak mozarella datang (idntimes, 2022). Youtube akhirnya diakuisisi oleh Google dengan bayaran sebesar $1,65 miliar dan menjadi rekor akuisisi terbesar kedua dalam sejarahnya.
Setelah proses akuisisi terjadi, Youtube melakukan kesepakatan dengan pihak perusahaan media terkait dengan masalah hak cipta. Di bawah pengawasan Google, Youtube beroperasi secara mandiri dan mulai berkembang pesat ke berbagai negara lainnya. Pada tahun 2007, CEO Google Eric Schmidt mempublikasikan sistem lokalisasi pada Youtube, sistem ini dapat menyesuailan tampilan dan bahasa dari berbagai negara, sehingga diyakina dapat meningkatkan posisi Youtube sebagai situs video global terbesar di dunia.
Model bisnis situs Youtube
Sekian dulu cerita seru kita hari ini, sampai jumpa di artikel Funtechnet berikutnya! Tempatnya fun fact teknologi dan internet yang bikin kamu makin up-to-date! See youuu 🚀👋
- Siapa Sangka? Nokia Dulu Tidak Membuat Ponsel, Tapi Membuat Tisu Toilet?!
- QWERTY : Desain yang Diam-Diam Bikin Kita Ngetik Lebih Lambat
- Sejarah Proses Eksposur 8 Jam pada Foto Pertama di Dunia
- Kompas.com. (2021, Februari 24). Sejarah YouTube: Berawal dari situs kencan online hingga dibeli Google. Kompas Tekno. https://tekno.kompas.com/read/2021/02/24/15310057/sejarah-youtube-berawal-dari-situs-kencan-online-hingga-dibeli-google
- GovTech. (2021, Juli 22). Did you know that YouTube originally started as a dating site? GovTech. https://www.govtech.com/question-of-the-day/did-you-know-that-youtube-originally-started-as-a-dating-site
- Tempo.co. (2022, Februari 15). 17 tahun, platform YouTube pernah menjadi situs kencan online. Tempo Digital. https://www.tempo.co/digital/17-tahun-platform-youtube-pernah-menjadi-situs-kencan-online-425842
- Ajaib.co.id. (n.d.). Bagaimana pendiri YouTube membangun video online terbesar. Ajaib. https://ajaib.co.id/belajar/teknologi/bagaimana-pendiri-youtube-membangun-video-online-terbesar
- Birken, E. G. (2021, January 14; updated November 5, 2025). 16 Dating Apps for Singles 50+. AARP. Retrieved (November, 2025), from https://www.aarp.org/personal-technology/online-dating-apps/
- Gunawan, M. A. (2022, 31 Mei). 8 Fakta Menarik yang Tidak Banyak Diketahui Mengenai Google. IDN Times. Diambil kembali pada [tanggal akses Anda], dari https://www.idntimes.com/tech/trend/8-fakta-menarik-yang-tidak-banyak-diketahui-mengenai-google-00-1zs3z-q51gql
youtube enaknya buat dengerin podcast sambil siap2 ngampus
BalasHapusoww ternyata awalnya dia situs kencan
BalasHapusyt enaknya buat nontonin mukbang gasii
BalasHapusipadkid can relate, kalo mau makan pasti buka youtube
BalasHapusbaru tahu loh
BalasHapustp banyak sihh yg awal kenal dri youtube dan lanjut di real life. lucuukkk
BalasHapusooooooo
BalasHapusmungkin kalo dulu konsepnya laku, skrg org cari jodoh ke youtube bukan dating apps
BalasHapusmungkin kurang memadai ya ide dan hasilnya, makanya ga laku
BalasHapustapi gtu2 skrg youtube berkembang bgt sih, jdi serba ada juga
BalasHapusbuka yt pasti langsung nyari marukochan!
BalasHapustapi bisa dibilang YT tuh sukses bgt
BalasHapusmusik, resep, tutorial, podcast, kartun semuanya adaa
BalasHapusMenarik juga
BalasHapuswalah jadi beneran fakta ya
BalasHapuspernah liat di thumbnail yt kirain mitos
BalasHapusGa heran kalau duljunya orang cari jodoh di fb
BalasHapus