Digital Afterlife: Apa yang Terjadi pada Jejak Digitalmu Saat Kamu Tiada?

FUNTECHNET - Di masa depan, 'kematian' mungkin bukan lagi berarti selamat tinggal. Dengan AI dan teknologi digital, kamu bisa ngobrol sama versi virtual dirimu sendiri atau bahkan dengan seseorang yang sudah tiada..

Kedengerannya emang nakutin banget ya, tapi itulah kenyataan dunia digital sekarang..

Setiap hari kita ninggalin fragmen kehidupan berupa chat-chat kita dengan temen, foto, video, dan status yang sempat kita unggah yang rasanya sepele. Padahal semuanya kerekam di dunia maya dan ngebentuk versi lain dari diri kita,,

Konsep inilah yang disebut digital afterlife.. Apa itu min??

Apa itu Digital Afterlife?

Digital afterlife adalah ide bahwa identitas, kesadaran, atau memori seseorang bisa bertahan dalam bentuk digital. Misalnya lewat avatar AI yang niru perilaku kita, sistem yang nyimpen seluruh data digital, atau chatbot yang niru kepribadian kita lewat respons emosional kita.

Dan saat kita udah gak ada lagi di dunia ini, data ini tetep ada dan membentuk bersi virtual kita yang bisa berinteraksi sama orang lain..

Serem banget ya guys..

Perusahaan dan peneliti lagi eksperimen sama teknologi AI ini.. Seperti Replika, HereAfter AI, dan Eternime bisa ngebuat kita berinteraksi dengan representasi digiral orang yang telah meninggal..

Dibalik Digital Immortality..

Beberapa teknologi yang mendukung digital immortality ini, salah satunya adalah mind uploading yang masih teoritis.. Tetapi, riset neuroscience dan brain-computer interface seperti Neuralink ada kemungkinan di masa depan.

Sementara itu, AI-generated avatars udah bisa niru cara bicara dan respon emosional orang yang sudah meninggal. Dan Memory preservation juga memungkinkan semua data digital kita, seperti foto, pesan-pesan yang kita kirim dan juga email bisa digabungkan untuk membentuk identitas digital yang interaktif.

Dampak Hukum dan Sosial dari Digital Afterlife

Nah, karena banyak bagian dari hidup kita disimpan dalam bentuk digital seperti chat, foto, email , video , history streaming pula.. Jadi muncul pertanyaan bersar juga, nih.. "Apa yang terjadi sama data kita setelah kita meninggal?"

Soalnya kan, digital afterlife bukan cuma soal teknologi, tapi juga nyentuh isu hukum dan hubungan sosial antar manusia..

Dampak Hukum (Legal Impact)

1. Siapa yang berhak atas data kita setelah kita meninggal?
    Ini penting banget ya buat tahu, karena akun media sosial kita, dompet digital kita.. Apa semua otomatis bakal diwarisin ke keluarga? Nyatanya gak selalu begitu, karena setiap platform punya aturan yang beda-beda..

Misalnya, ada yang bisa diwariskan lewat firut legacy atau memorial. Ada juga platform yang menolak kasih akses ke orang lain, demi menjaga privasi penggunanya..

2. Masalah Hak Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
    Kalau ada seseorang yang ninggalin karya digital, seperti lagu, desain, tulisan, foto atau konten lain.. Siapa pemilik legalnya? Karena untuk jadi ahli waris perlu bukti yang jelas, kalau ngga, karya itu bisa hilang atau dipakai pihak lain tanpa izin.

3. Wasiat Digital (Digital Will)
    Di beberapa negara, udah mulai berlaku nih, dokumen hukum yang isinya:
  • Password manager yang diserahin ke ahli waris
  • Instruksi uat menghapus/memorial akun
  • Penentuan siapa yang boleh mengakses data tertentu
Tapi, yah belum semua negara punya regulasi seperti ini yaa kawan FunTech.. Kalau di Indonesia? Apakah udah ada? 

4. Privasi setelah kematian (Post-mortem Privacy)
    Tapi, ada juga orang yang mungkin gak mau chat pribadinya, foto, atau emailnya dibuka setelah meninggal. Namun, balik lagi yaa.. tanpa aturan hukum yang kuat privasi ini bisa tetep ada yang langgar..

Kalau kamu? Gimana? Misalnya nanti udah gak ada lagi di dunia ini, apa kamu mau dan memperbolehkan akun kamu di akses sama orang lain atau keluarga kamu?

Dampak Sosial (Social Impact)

1. Cara Kita Mengenang Orang yang Telah Meninggal
    Dulu, kita mengenang lewat album foto, surat, barang pribaadi. Tapi sekarang banyak kenangan ada di Instagram highlight, voice notes WhatsApp, rekaman video, komentar dan sebagainya. Yang seakan, media sosial jadi semacam "buku kenangan digital"

2. Hubungan Emosional yang Berubah
    Rasa kehilangan orang yang kita sayangin banget itu bisa berubah kalau jejak digital mereka masih aktif. Sebagian orang mungkin bakal merasa terhibur, tetapi yang lainnya akan sulit move on. Misalnya, tiba-tiba ada notifikasi ulang tahun teman kamu yang sudah gak ada.. Atau Facebook memories yang nampilin foto kenangan kalian..

(T-T mimin sedih bangettt. mimin jg bingung kenapa pilih judul ini)

3. Teknologi yang Berpotensi Mengubah Kebiasaan
    Di masa depan, bisa jadi orang hanya datang ke memorial online atau metaverse graveyard. Tapi mimin rasa, ini bakal terjadi kalau memang udah ga ada agama ya guys.. Karena kan kita sebagai manusia harus menghargai saudara kita, mau yang seiman atau ngga.. Kalau menurut kamu, gimana? 

Cara Menyiapkan Digital Afterlife-mu

Beberapa cara buat nyiapin digital afterlife kamu :
  • Inventaris akun digital kamu, kayak chat, emial, media sosial, dompet digital juga.
  • Gunakan legacy settings di platform
  • Buat digital will, tulis siapa yang boleh akses akun, apa yang dihapus, dan apa yang di pertahanin
  • Bicara dengan keluarga apa rencana digitalmu supaya jelas dan ga bikin bingung
  • Bersihkan atau hapus konten digital kalau perlu, demi privasi dan keamanan.

Fun Fact : Dokumenter Korea Meeting You

Tahun 2020, di Korea Selatan ada dokumenter dengan judul Meeting You. Dokumenter ini menampilkan ibu yang bisa "bertemu kembali" dengan anaknya yang telah meninggal, lewat teknologi virtual reality. Dalam tayangan dibawah ini, sang ibu 

masuk ke lingkungan virtual yang dirancang seperti taman bermain yang sering dikunjungi anaknya dulu.. Lalu muncul 3D avatar sang anak, lengkap dengan suara, gerakan dan cara bicaranya..

Momen itu mengundang banyak reaksi ya pastinya kawan FunTech..  Banyak yang merasa VR bisa memberikan kesempatan terakhir buat mengucapkan kata-kata yang belum sempat terucap. Tapi, gak sedikit juga yang bertanya-tanya, Apa itu justru ngebuat luka semakin sulit sembuh?

Kalau menurut kawan FunTech gimana? Mimin mau tahu pendapat kalian di bawah yaa!

Sumber dan Referensi

Medium. (2025, Mei 09). Digital Afterlife: Will Tech Let Us Live Forever — Virtually?. Diakses dari https://medium.com/@midhashivansh/digital-afterlife-will-tech-let-us-live-forever-virtually-e27b1fcb3e7e

Elaine Kasket. (2025, Oktober 15). Digital Afterlife: What Happens to Our Data When We Die. Diakses dari https://www.elainekasket.com/insights/digital-afterlife-explained

ScrollInn. (2025, Januari 24). Digital afterlife: The possibilities and problems of living on after death. Diakses dari https://scroll.in/article/1078209/digital-afterlife-the-possibilities-and-problems-of-living-on-after-death

Global News. (2020). Virtual reality "reunites" mother with dead daughter in South Korean doc. Diakses dari https://youtu.be/0p8HZVCZSkc


Dini Andiniya

Halooo, aku Aninn.. Semoga kalian enjoy ya baca artikel yang aku buatt

8 Komentar

  1. wah iya juga ya, ga kepikiran sih soal ini

    BalasHapus
  2. kalo aku sih ga mau akunku di askes orang lain

    BalasHapus
  3. wah sedih banget

    BalasHapus
  4. Anonim24/11/25

    Dulu aja kalau liat notifikasi ulang tahun temen yang udah nggak ada bisa sedih banget. Apalagi kalau bisa interaksi pake AI 😭 teknologi makin gila sih…

    BalasHapus
  5. Anonim24/11/25

    Min, jadi bingung. Mau bikin digital will kagak, nggak mau keluarga ribut nanti, tapi juga nggak mau chat-chat alay zaman SMP keungkap sama keluarga wkwkwk

    BalasHapus
  6. farisa24/11/25

    Aku pilih akun dihapus aja kalau udah nggak ada…

    BalasHapus
  7. farisa24/11/25

    bukan karena rahasia, tapi biar orang bisa lanjut hidup tanpa terikat sama kenangan digital aku.. The memories are enough

    BalasHapus
  8. farisa24/11/25

    btw, good article!

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama